CERITA.. Cinta Ditolak, Siswi SMP Diperkosa Saat Orangtua Tertidur Pulas

Ilustrasi

AGEN JUDI TERPERCAYA, SAMARINDA - Nikmat membawa sengsara. Saat sedang asyik melampiaskan nafsunya yang sudah di ubun-ubun, Ad mendadak kalang kabut. Usaha Ad memerkosa seorang siswi salah satu SMP di Kota Tepian, sebut saja Jelita (15), harus diakhiri sebelum puncaknya gara-gara kepergok, Selasa (27/10) dini hari.

Ad dipergoki sedang menggauli Jelita. Ulah Ad terbilang nekat karena dilakukan dalam kamar Jelita. Pemuda berusia 22 tahun itu diam-diam menyelinap saat orangtua dan keluarga Jelita yang lain sedang tidur pulas. Namun saat itu perhitungan Ad meleset, keluarga Ad terjaga dan mengamankannya.

Ad lalu dilaporkan ke anggota Polsekta Sungai Kunjang, kemudian dia diamankan polisi. Di kantor polisi Jalan Jakarta, terbongkar bahwa sebelum dipergoki, ternyata Ad sudah pernah melakukan aksi yang sama. Kejadiannya sehari sebelum Ad ditangkap. Merasa aksinya berhasil dan Jelita tutup mulut, Ad ketagihan dan mengulangi perbuatannya mencari nikmat gratisan.

“Korban (Jelita, Red) tak bisa berbuat apa-apa, karena dibekap dan diancam pelaku,” jelas Kapolsekta Sungai Kunjang, Kompol Siswantoro didampingi Kanit Reskrim Ipda Heru Santoso.

Informasi yang diperoleh Sapos, sebelum kejadian, sebenarnya Ad sempat berpacaran dengan Jelita. Namun hubungan percintaan itu harus segera disudahi, karena orangtua Jelita tak merestui. Ad sudah dikenal baik oleh keluarga Jelita, soalnya dia salah seorang anak buah ibu kandung Jelita yang memiliki usaha kredit alat-alat elektronik.

“Karena itulah pelaku bisa menyelinap ke kamar korban,” imbuh Heru.

Dugaan sementara, Ad berubah menjadi gelap mata karena sakit hati akibat disuruh memutuskan hubungan percintaan dengan Jelita. Pelampiasan sakit hati, Ad pun menggauli Jelita.

Ditemui Sapos usai menjalani pemeriksaan, Ad berkilah hubungan itu dilakukan atas dasar suka sama suka. Namun apa pun dalihnya, Ad tetap dijebloskan ke penjara karena orangtua Jelita keberatan.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Samarinda, Adji Suwignyo menambahkan, untuk kasus ini pihaknya ikut melakukan pendampingan.

“Korban sudah divisum dan akan terus didampingi,” ungkap Adji.

Disinggung perihal kronologis tertangkapnya Ad, Adji sedikit memberikan gambaran jika memang pemuda tersebut dipergoki pihak keluarga.“Infonya seperti itu,” tutur Adji singkat.

Polisi telah menahan dan menetapkan Ad sebagai tersangka. Ad dijerat Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002, dengan ancaman kurungan penjara di atas 12 tahun.

“Kami masih melakukan proses penyidikan dan tahap melengkapi berkas,” tutup Heru.  

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »