CERITA.. Bagian Tersulit dari Mencintai Seseorang adalah Menunggu Dia Balas Mencintaimu


AGEN JUDI TERPERCAYA - Hey-hey-hoo...setelah tadi sore sempet ngepost, malam ini W mau post lagi nih. Kali ini W mau review novel agak lama yang baru aja W baca ketiga kalinya. Iya, ketiga kalinya. Gitu deh kelakuan W, kalau nggak ada novel baru kenapa nggak baca novel lama aja? Hahaha...kali ini W baca novel tulisannya Christian Simamora yang judulnya Come on Over.

Itu gambar sampulnya. Kind of lewd, right? Dari penampakannya aja udah bisa ditebak kalau target pasar utamanya ialah pembaca cewek. But, hey, who cares? W suka baca tulisannya Christian Simamora sejak dipinjemin Good Fight sama sahabat W. Agak jiper juga sih waktu belinya (agak nggak berani juga diliatin mbak - mbak Gramed).

Cerita yang diangkat sama Bang Christian Simamora kali ini adalah, as usual, kisah cinta. Jadi ceritanya, Kantata Maulida (Tata) adalah gadis tomboi pengangguran yang kerja tanpa dibayar di tempat kakak tercintanya, Ada. Jadi si Ada ini punya usaha toko yang jual - jual berbagai macam barang berbahan kristal gitu.

Nah, suatu hari, di tempat kerja rodi-nya Tata, datanglah cowok (what women say, sexy, as usual) bernama Jermaine Morton (Jermaine) yang punya maksud buat beli Kotak Musik modifikasi buat hadiah anniversary sekaligus buat ngelamar pacarnya! Hmm...romantic AND sexy.

Dan apparently, Jermaine pengen lagu di kotak musiknya itu pake karyanya Beethoven yang well-known banget, yaitu tak lain dan tak bukan adalah Für Elise. Alasannya simple aja, pacar/calon istrinya itu namanya Liz. Tata mah nurut aja.

Tapi rupanya cowok romantic macam Jermaine itu lagi bad luck di novel ini. Lamarannya ditolak sama Liz! Patah hatilah si Jermaine ini. Ujung - ujungnya, si Liz ngajak putus, atau dalam bahasa halusnya Liz sih, break dulu pacaran. Makin patah hatilah si Jermaine. Lagian alasan Jermaine sepele banget milih lagu itu. Padahal lagu itu konon adalah lagu patah hatinya Beethoven lho.

Kemudian, dalam kepatah-hatiannya, Jermaine pun balikin itu kotak musik ke Crystal Clear, tokonya Ada di mana Tata bekerja. Dari sini Tata pun jadi denger cerita mirisnya Jermaine. Dan mereka pun jadi berteman dekat.

As you guessed, hubungan ini pun jadi berlanjut ke mana - mana. Which is, ke sanalah cerita di novel ini berlanjut. Seperti biasa, tema dan ceritanya mainstream sekalee. Tapi as usual juga, dari segi karakter dan bahasa, Bang Christian Simamora lagi - lagi bisa bikin W asyik baca novelnya sampai selesai. Dan adult part-nya itu looh. Hmm...lama - lama baca novelnya Christian Simamora kayak baca novel stensilan gitu. Tapi Fortunately, semua itu diwrap dengan bahasa yang enak banget dibaca.

Seperti biasa juga, tiap beli novelnya Bang Christian Simamora pasti dapet yang namanya

Uhum, kinda useless sih ya, mengingat ngapain juga yang bisa W buat dari hal ini? Tapi ya, cukup berguna sih buat bayangan sosok Jermaine dan Tata ini kayak gimana sih?

Well yeah, novel ini bagus terlepas dari sampulnya yang agak ganggu, apart of it, sepertinya desainernya lebih menonjolkan ke nama penulisnya ketimbang judul novelnya. Bikin yang suka baca novelnya Bang Christian Simamora jadi langsung kepengen beli novelnya meskipun baru liat dari jauh, kinda works for W. Eh, ada juga sedikit salah nih di cetakannya...di halaman 390 where Tata patah hati gara - gara Jermaine, di situ tertulis "Terpana, dia hanya bisa menatap lekat - lekat ke arah Daniel...". Nah! Who the heck is Daniel? Haha, peace ya Bang.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »